Tampilkan postingan dengan label perawatan mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perawatan mobil. Tampilkan semua postingan

06 Februari 2013

Cara Mudah Hindari Kaca Film Berjamur


Jamur pada Kaca Film Mobil sering timbul di udara lembab. Apalagi jika kendaraan sering diguyur hujan. 
 
Nur Wahyudi Suhendra, salah satu peserta LLumar Asia Pacific Tint-Off Competition 2012 (Kompetisi Pemasangan Kaca Film Mobil International) dari Indonesia, menuturkan pencegahan agar jamur tidak kerap kali timbul pada kaca film. Pencegahannya sangat sederhana.

Pria asal Bali itu menuturkan, setelah mobil terguyur hujan wajib hukumnya untuk segera dikeringkan jika ingin terhindar dari tumbuhnya jamur. Penggunaan pengering tidak boleh sembarangan.

Pria yang selama 12 tahun mengurusi kaca film ini menyarankan Anda agar tidak menggunakan bahan lap dari kain atau kanebo. Menurutnya, kain bisa menimbulkan baret, sementara kanebo bisa merusak struktur film akibat sisa deterjen (sabun) yang tertinggal.

“Keringkan segera dengan menggunakan tisu dan air bersih. Hindari pemakaian deterjen dan sebangsanya karena bisa merusak struktur lapisan film dengan timbulnya warna pelangi pada kaca film,” jelasnya.
Nah, semoga tips sederhana ini bisa membantu anda menghindari jamur pada kaca film mobil Anda.

19 Januari 2013

Tips Perawatan Ban Mobil


Ban, adalah bagian terpenting pada sebuah mobil, berikut ini adalah tips perawatan ban untuk mendapatkan umur maksimal pemakaian ban mobil anda.

1. Tekanan angin

Tekanan angin pada ban harus selalu dijaga, ini merupakan faktor paling utama yang mempengaruhi umur ban. Tekanan angin yang terlalu besar atau terlalu kecil akan membuat ban aus secara tidak merata, terlalu besar maka bagian tapak tengah ban akan lebih cepat habis, terlalu rendah maka bagian pinggir dari ban yang akan lebih cepat habis. Tekanan angin yang ideal pada setiap mobil berbeda-beda, sebagai acuannya biasanya pada semua buku panduan mobil anda pasti tertera ukuran angin yang paling ideal untuk mobil anda. Tetapi pada umumnya ukuran angin yang dipakai berkisar antara 30-35 psi angin biasa.

2. Isi dengan Nitrogen

Tekanan angin nitrogen memiliki sifat yang lebih dingin dan lebih stabil. Perbedaan yang paling signifikan antara nitrogen dan angin biasa disaat mobil harus melakukan perjalanan jauh. Tekanan angin biasa akan meningkat lebih tinggi daripada angin nitrogen, pada akhirnya akan membuat ban lebih awet dikarenakan tekanan angin yang stabil membuat ban tidak kelebihan tekanan disaat perjalanan jauh.

3. Balancing secara berkala

Balancing berguna untuk membuat semua beban pada ban dan velg menjadi seimbang. Efek dari balancing adalah menghilangkan getar pada setir disaat mobil berjalan, dengan hilangnya getaran pada ban mobil maka akan membuat aus pada ban mobil lebih merata.

4. Spooring secara berkala

Spooring berguna untuk mengatur kembali beberapa seting dari kaki-kaki agar kembali pada posisi yang normal / 0.
dengan spooring maka kaki-kaki akan di kembalikan kepada posisi normal sehingga dapat mengurangi gejala aus ban tidak merata, habis luar atau habis dalam.

5. Rotasi ban

Rotasi ban adalah merubah posisi ban secara berkala dan secara teratur, dengan melakukan rotasi ban secara berkala akan membuat ban aus secara merata. Kesehatan kaki-kaki pada ke empat kaki-kaki mobil pasti berbeda-beda, beban yang diterima oleh ke empat kaki-kaki pada mobil pun pasti berbeda-beda, dengan melakukan rotasi maka akan membuat distribusi beban menjadi lebih merata pada ke semua ban sehingga pada akhirnya umur ban akan lebih maksimal.

6. Semir ban

Kegunaan dari semir ban selain membuat ban menjadi mengkilap, juga membantu menjaga kelenturan pada ban. Membuat ban menjadi tetap lentur dan tidak kering.

17 Januari 2013

Tips Merawat dan Membersihkan Kaca Film Pada Mobil

Sebagian besar mobil yang beredar dipastikan memakai kaca film. Selain dapat meningkatkan penampilan mobil, kaca film juga dapat memberi privasi dan menjaga kabin dari sinar matahari. Namun, jika kaca film suda jelak akibat tergores, terkelupas ataupun memudar akan memperburuk tampilan mobil, selain sudah tidak berfungsi lagi. Pasalnya kaca film terbuat dari beberapa lapisan, yang bagian terluarnya dapat tergores oleh kain pembersih atau rusak akibat zat amonia.

Jika melakukan perawatan yang salah pada kaca film, justru dapat merusak lapisan perekat dan menyebabkan kaca film mengelupas atau retak. “Perawatan yang teliti dan tepat akan membuat umur kaca film lebih panjang, selain itu bisa membuat tampilannya lebih cerah dan bersih,” jelas Christopher Sebastian, President Director PT Makko Raya Cemerlang (MRC), pemegang merek kaca film Masterpiece dan O2 di Indonesia.

Menurut Christoper, perawatan kaca film memiliki beberapa tips agar kaca film lebih awet dan tahan lama.Berikut ini tips langkah-langkah merawat kaca film.
1. Jangan menggunakan cairan kimia atau pembersih yang mengandung asam, alkohol atau cuka karena dapat merusak permukaan kaca film dan menyebabkan kaca film kehilangan fungsinya sebagai penolak panas untuk melindungi kabin. 
2. Cukup gunakan air biasa dalam membersihkan, sebaiknya air suling atau air mineral untuk minum, karena sudah tidak mengandung unsur logam dan asam. Kemudian campur dengan sedikit shampo bayi, masukkan ke dalam botol semprot dan semprotkan ke permukaan kaca film.
3. Mengeringkan kaca film menggunakan kain halus seperti lap mikrofiber atau kanebo, sebaiknya lap yang digunakan untuk membersihkan kaca film terpisah dengan lap untuk exterior mobil. Supaya tak mengandung pasir atau kotoran kasar lainnya yang dapat merusak lapisan kaca film.
4. Sebaiknya lakukan pembersihan kaca film saat kondisi permukaan kaca dingin, atau tidak terkena sinar matahari langsung. Sebab jika kondisi kaca panas, akan membuat lapisan kaca film lebih mudah tergerus jika dibersihkan.

16 Januari 2013

Perawatan Pintu Geser Pada Mobil


Mobil yang memiliki pintu geser memang sangat praktis, kita dapat dengan mudah membuka pintu walau di tempat yang sempit sekalipun. Perawatan pintu geser cukup sederhana, namun bukan berarti boleh disepelekan.

Salah satu alasan manufaktur memilih pintu geser (sliding door) untuk MPV yang mereka buat adalah kemudahan akses kabin. Mekanisme pintunya sendiri, bisa secara elektrik atau pun manual. Pintu memiliki rangkaian komponen yang tidak serumit mesin. Namun, seiring pemakaian dan umur, peranti ini juga perlu perawatan.
“Yang terpenting adalah menjaga kebersihan rel dan bearing. Dari beberapa keluhan yang kami terima, penyebab utamanya berasal dari macetnya pintu karena kondisi yang kurang bersih, sehingga berkarat,” jelas Ismail Nugroho, Kepala Bengkel Hyundai Mobil, di Jl. Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan. “Pada dasarnya, pintu dirancang untuk low maintenance. Maka dari itu, perawatannya cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri.”
Untuk itu, bagi Anda yang memiliki mobil berpintu geser sebagai contoh pada Mobil Hyundai H-1, akan tetapi bisa di aplikasikan ke mobil jenis lain yang menggunakan pintu geser seperti Honda Freed, Toyota Alphard, Nissan Serena dan lainnya. Panduan berikut bisa menjaga kondisi pintu geser tetap prima. Sediakan juga cairan pembersih, gemuk, dan kain lap.

1. Perhatikan kondisi rel. Gunakan lap bersih yang telah disemprot cairan pembersih (pelumas semprot) untuk menghilangkan kotoran dan sisa pelumas.

2. Setelah rel dibersihkan, olesi rel dengan gemuk (pelumas pasta) yang mengandung parafin (hindari gemuk yang mengandung oli-karena justru akan memudahkan debu menempel).

3. Maju mundurkan pintu beberapa saat. Bila pintu terdengar gaduh, maka bearing kurang pelumasan.

4. Bersihkan pula bearing yang kontak dengan rel.

5. Mekanisme pintu geser dirancang agar mudah tertutup sesaat setelah handle dioperasikan. Jadi, tak perlu banyak tenaga untuk menggerakkannya. Jika terlalu sering dibanting, mekanisme pengait bisa berumur pendek.